Pengertian Harddisk

Harddisk adalah sebuah perangkat keras atau hardware yang berguna sebagai penyimpanan yang berisikan data atau output dari setiap proses yang dijalankan komputer.Hard Disk Drive (HDD) atau biasa kita sebut hardisk menyediakan ruang khusus untuk menyimpan dan membaca data. Perangkat ini bersifat non-volatile memory yang berarti data yang kita simpan tidak akan hilang meskipun komputer dimatikan.
SEJARAH SINGKAT HARDISK

Hardisk pertama muncul dan diciptakan oleh perusahaan besar yang bernama IBM dan dikembangkan oleh insinyur IBM Reynold Johnson. Pada tahun 1956, hardisk pertama ini mempunyai kapasitas penyimpanan hanya 5 MB. Mempunyai berat sekitar 500 KG dengan kecepatan rotasinya sampai 1200 rpm.
Pada saat itu hardiskpertama ini tidak dijual belikan, karena ukuran yanhlg besar dan pemakaian yang minim untuk pengguna rumahan. Hardisk ini di sewakan kepada perusahaan perusahaan dengan jangka waktu yang disepakati. Dengan biaya sewa sekitar 5000 US Dollar perbulannya.
Pada tahun 1997, hardisk sudah mulai berkembang pesat sangat pesat dengan adanya hardisk yang memiliki batasan kapasitas sampai 10GB. Bisa dilihat perbedaan yang sangat jauh bila dibandingkan hardisk yang pertama diciptakan dengan hardisk jaman sekarang. Untuk hardisk berkapasitas lebih dari 1 TB (Tera Byte), untuk bentuk fisik yang kecil dan memiliki berat tidak sampai 1 KG.
MACAM-MACAM HARDISK
BERDASARKAN UKURAN FISIK
HARDISK 3.5
Hardisk yang biasa dipakai pada sebuah perangkat komputer desktop. Memiliki fisik tebal dan juga ukuran yang agak besar. Untuk menjalankan hardiskdengan ukuran 3.5 ini, diperlukan daya listrik tambahan supaya hardisk bekerja dengan optimal.
HARDISK 2.5
Memiliki bentuk fisik yang tipis dan juga kecil. Merupakab jenis hardisk yang biasa dipakai pada sebuah laptop dan bisa juga digunakan sebagai penyimpanan eksternal. Dengan fisik nya yang kecil, hardisk 2.5 dapat memiliki manfaat lebih. Seperti, bisa dibawa kemana saja dan tidak memerlukan daya listrik tambahan.
BERDASAR TIPENYA
1. SATA
SATA atau Serial Advanced Technology Attachment merupakan Harddisk yang mulai di pasarkan secara global pada tahun 2002.
Memiliki bentuk fisik yang lebih ramping dan tipis dari Harddisk lainnya, membuat perangkat keras ini mudah dikenal.
Pada Harddisk SATA juga memiliki 15 pin kabel dengan 250 Mv, kecepatan maksimum yang bisa dicapai yaitu sebesar 150 Mega Bytes Per Second.
2. ATA
Jenis yang kedua merupakan Harddisk ATA atau Advance Technology Attachment. Harddisk ini merupakan pembaharuan system drive dari IDE.
Harddisk ini mulai dikembangkan pada tahun 1986 dan memiliki 16 bit paralel. Untuk Harddisk jenis ATA, memiliki dua inchi kabel ribbon dan 40 pin kabel dengan 5 V.
Untuk kecepatan maksimun yang bisa dicapai adalah sebesar 200 Giga Bytes Per Second.
3. IDE
IDE atau kepanjangan Integrated Drive Electronics adalah standar interface antara bus data Motherboard dengan sebuah Disk Storage.
Harddisk jenis ini mulai dikembangkan oleh perusahaan Western Digital dan diluncurkan pada tahun 1986.
Memiliki 16 bit bus interface dan dibuat berdasarkan IBM PC Industry Standard Architecture atau yang disingkat dengan ISA.
4. SCSI
Jenis yang terakhir adalah SCSI atau Small Computer System Interface merupakan Harddisk yang mempunyai kecepatan berputar mulai dari 10.000 rpm hingga 12.000 rpm.
SCSI memiliki penggolongan secara independent sehingga Harddisk ini kompatibel dengan semua tipe hardware.
Memiliki performa yang sangat baik membuat Harddisk ini banyak digunakan oleh user komputer.
Cara Kerja Harddisk
Di dalam Harddisk terdapat sebuah komponen yang bernama Platter dan memiliki material magnetik yang dibagi menjadi jutaan area.
Dalam area Platter itu terdapat gaya magnet yang sangat berguna untuk menyatukan nilai-nilai yang akan membentuk sebuah informasi.
Dengan menyimpan data dalam bentuk gaya magnet membuat data tersebut tetap aman meski perangkat komputer telah dimatikan.
Ketika proses data menyimpan dilakukan oleh Harddisk, maka data tersebut tidak langsung dibaca oleh Platter.
Pada data tersebut, Pletter akan mengelola dan menyusunnya secara rapi menyerupai pola. Bit data akan disusun kosentris dan akan membentuk melingkar yang kemudian bentuk ini disebut dengan Track.
Pada setiap Track dibagi lagi menjadi area yang sangat kecil dan hal ini yang disebut Sector.
Pada bagian Sector terdapat sebuah sistem yang menyimpan denah tentang informasi seluruhnya. Denah ini juga bermanfaat untuk mengetahui Sector mana yang telah digunakan dan yang belum digunakan.
Komentar
Posting Komentar